Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label resensi

Garam, Nasibmu Digudangkan

Barangkali Nikotiners tau, hal apa yang mengganggu sebuah cita rasa ketimbang kemasan yang norak? Ya, ukuran panjang rokok. Setidaknya, itulah yang kami lihat dari Gudang Garam varian apa pun. Sedari awal, produk Gudang Garam Tbk. yang di mata kami rangkingnya tak pernah lebih dari rata-rata tetangga pesaingnya, memang pelit untuk masalah ukuran. Tengok saja semua produknya. Nasib yang sama, ternyata tak memberi pengecualian pada produknya yang baru, yakni Gudang Garam Signature Mild.  Memiliki warna lembut biru salem keperakan dengan dua jenis pilihan varian kemasan isi 20 dan 16, juga dengan kadar nikotin yang rendah seperti kebanyakan rokok putih yakni 1.0 Mg dan Tar 15 Mg, produk ini pun masih keukeuh dengan ciri khas ukurannya yang pendek. Malah kami menilai produk baru GG ini teramat sangat keterlaluan. Betapa tidak? Dari ukuran sepanjang 8.4 cm, kita hanya bisa menikmati 5.4 cm saja dari racikan tembakaunya yang khas Gudang. Itu artinya, para nikotiners ha...

Apache: Rokok Dayak Yang Layak

Sebelumnya, maafkan kami yang sudah cukup lama tidak memposting apa pun, bahkan hampir membuat blog ini terbengkalai. Tapi tidak! Kami bisa memastikan jika blog ini tetap eksis dengan ulasan-ulasan rokok yang makin sini jumlahnya makin marak saja mengisi khazanah dunia nikotina di Indonesia. Seeperti yang sudah direncanakan, kali ini Dunia Nikotina akan mengulas tentang rokok yang lebih dikenal dengan nama rokok Dayak, atau Apache. Langsung saja! Biasanya sebuah perusahaan rokok mengeluarkan desain bungkus rokok dengan grafis yang minimalis dan terkesan statis dengan warna yang mencolok serta garis-garis yang tebal. Tapi beda halnya dengan rokok Apache. Rokok yang dikenal dengan nama rokok Dayak ini, justru dengan berani mengeluarkan desain rokok bergambar seorang kepala Indian. Mungkin ini juga yang menyebabkan orang-orang menyebutnya rokok Dayak. Dan bukan sulap bukan sirih, rokok ini dengan cepat dikenal oleh banyak orang. Sekarang hampir di wartunwarung-warung, bahkan ...

Mengenang Halim Lewat Rokok

Satu lagi pentolan produk Gudang Garam yang disinyalir ingin memenuhi kebutuhan konsumennya. Dengan ukuran panjang 0.4 cm lebih pendek ketimbang Gudang Garam Filter (Garfit) yang ukurannya 8 cm, rokok bernama Halim ini ibarat “adik” dari Garfit. Jika dilihat dari kemasannya, kita mungkin akan menyangka jika rokok ini adalah rokok kretek, tapi sebenarnya filter. Bungkusnya yang besar dengan kemasan bersahaja dan tidak terlalu cukup eksklusif, memuat 20 batang linting rokok. Kuantitas yang tidak biasa dibanding rokok-rokok lainnya yang paling banyak hanya memuat 18 linting rokok. Rasa lembut terasa ketika awal pertama mencium batangnya. Namun, rasa rokoknya sendiri jauh dari yang dibayangkan. Berbeda sekali dengan Garfit, cita rasa rokok Halim ini terasa sangat ringan sekali, hampir tidak jauh beda dengan rokok-rokok putih yang ada di pasaran. Hanya saja, rasa segak terasa di ujung embusan setiap kali mengeroncongkan asapnya, terlebih jika kita menghirupnya dalam-dalam. Dalam pa...

Cigarillos Yang Mencoba Lezatos

Barangkali, satu-satunya rokok di pasaran yang memiliki konsep cerutu hanyalah Cigarillos. Hal ini bisa terlihat dari bagaimana rokok ini menggunakan tembakau sebagai pelintingnya. Jelas, ini berbeda dengan rokok-rokok pada umumnya yang menggunakan kertas. Di satu sisi, kita bisa bangga bahwa ternyata kita bisa juga menikmati rokok semacam cerutu. Di sisi yang lain, kita pun harus berbesar hati bahwa yang kita hirup itu bukanlah sebenarnya cerutu. Hanya mirip cerutu. Tapi, sekarang, marilah kita berkenalan dengan Si Cigarillos ini.    Nama Cigarillos berasal dari bahasa Inggris, Cigarillo, yang artinya adalah cerutu berukuran rokok, tentu dengan tambahan huruf ‘s’ di belakangnya. Aroma yang muncul akan terasa segak ketika pertama kali mencium batangannya. Mungkin ini efek dari daun tembakau yang jadi pelintingnya itu. Jika sudah dihirup, rasa lembut dan ringan akan terasa. Sayangnya, seperti halnya cerutu, kita harus menghirupnya dalam-dalam jika ingin menge...

Super: Lembut di Awal Sampai Akhir

Bisakah kita menjelaskan bagaimana rasa sebatang rokok? Suatu pagi, saya membeli setengah bungkus rokok. Tiba-tiba ketika si pedagang menyodorkan rokok yang terdapat di sebuah wadah, saya menemukan rokok yang karakternya percis sekali dengan rokok yang saya biasa beli, yaitu Djarum Super. Dengan ukuran yang sama dan filter yang tidak jauh berbeda, kecuali warnanya yang sedikit lebih terang, saya coba-coba menyelidiki rokok tersebut. Tak dinyana ternyata rokok itu pun bertuliskan tulisan sambung Super. Tapi jelas, jika rokok ini bukanlah Djarum Supar. Rokok ini adalah Super yang lain karena Djarum Super yang asli bertuliskan tulisan kapital di pangkal rokok di depan filternya, dan tidak juga memiliki simbol bergambarkan oval callouts terbalik  –hampir mirip dengan bentuk bulir cengkeh. Penasaran, saya pun membelinya. Seperti sebuah kebiasaan sebelum mencicipi sebatang rokok, terlebih dulu saya hirup batang rokok itu. Dalam keadaan ini, saya pastikan hidung saya tidak sedang terkonta...